Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, Mungkinkah dan Perlukah?
Salah satu tema diskusi yang sangat populer saat ini adalah mampukah perekonomian Indonesia tumbuh 8 persen per tahun.
Disampaikan dalam kampanye presiden terpilih Prabowo Subianto, salah satu visi-misi dalam Astacita pemerintahannya adalah mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen.
Sebelum membahas lebih dalam, saya ingin mengutip tentang filosofi angka 8. Masyarakat Tionghoa memiliki sejumlah nilai filosofis, termasuk keyakinan terhadap angka 8 sebagai simbol keberuntungan. Dalam bahasa Mandarin, angka 8 disebut ba, yang pelafalannya mirip fa, yang artinya ”kemakmuran”.
Dengan semangat optimisme, kita memang berharap bangsa Indonesia bisa mencapai kemakmuran yang holistik dalam berbagai dimensi. Bukan hanya ekonomi, melainkan juga secara sosial, budaya, keseimbangan alamserta tetap dalam koridor humanitarian di tengah gempuran teknologi yang agresif.
Ekonom senior Indef, Dradjad Wibowo, dikutip media, menyebut Indonesia pernah mencapai pertumbuhan 8 persen. Selama periode 1961-2023, pertumbuhan rata-rata Indonesia 5,11 persen dan hanya lima kali tumbuh 8 persen atau lebih, yaitu pada 1968 (10,92 persen), 1973 (8,10 persen), 1977 (8,76 persen), 1980 (9,88 persen), dan 1995 (8,22 persen). Menurut dia, selama 63 , peluang ekonomi Indonesia tumbuh minimal sekitar 8 persen.
Dradjad memaparkan, kunci untuk mencapai itu adalah perubahan struktural melalui industrialisasi dan meningkatkan peran dari modernisasi. Selain itu, faktor akumulasi kapital dan investasi fundamental di bidang kesehatan, pendidikan, infrastruktur, dan kelembagaan juga harus tetap ditingkatkan.

Komentar
Posting Komentar